Kresek Ulang Tahun Emil

Ulang Tahun Emil

Sebelum Bulan Juni berakhir saya harus segera menuliskan hal ini sebagai jejak. Tentang perayaan sederhana Ulang tahun Emil.

10 Juni 2019 kemarin Emil menginjak usia 4 tahun. Usia yang pantas untuk masuk PAUD. Walau sebenarnya dia sudah masuk PAUD duluan ketika usianya 3,5 tahun. Itupun karena keinginan dia sendiri.

Kembali ke cerita Ulang tahun.

Dalam keluarga kami, tidak ada namanya perayaan ulang tahun. Seingat saya terakhir saya merayakan ulang tahun dengan mengundang kawan dan memotong tumpeng itu ketika usia saya masih belasan.

Pak suami apalagi, sejak kecil sama sekali tidak pernah merayakan dan menghadiri acara ulang tahun.

Sedangkan Emil, sejak ia lahir kami sama sekali tidak pernah merayakan pertambahan usianya.

Oh pernah sih ketika usianya menginjak 1 tahun. tantenya khusus membuatkan kue kecil dan dikirmkan via WA beserta ucapan selamat ulang tahun dari Akung dan Uti ( Bapak dan ibu saya)

Sampai ketika usianya menginjak 3 tahun.

Kalau tidak salah hari itu sudah masuk Bulan Juni. Kami tidak punya rencana untuk perayaan ulang tahun Emil. Kami hanya mempunyai rencana pergi kesuatu tempat atau membelikan Emil sesuatu.

Sepertimya Emil pun tidak tahu perayaan ulang tahun itu seperti apa dan bagaimana. Hingga sebuah ketukan di pagar rumah membuat saya dan Emil melongok keluar.

Ulang tahun ke 3 (
Kue Lapis Keju dan Lilin Kecil )

Tetangga depan rumah, memberikan sebuah potongan kue tart tiramisu dan sebungkus jajanan. kebetulan anak tetangga tersebut lahir di bulan yang sama, hanya beda seminggu saja dengan Emil.

“Ulang tahun Rafi mbak, ini buat Emil” kata tetangga.

Potongan kue tart saya bawa masuk, diringi celotehan Emil “Rafi ulang tahun ya, Emil mau  ulang tahun juga“

Sejak saat itu Emil sepertinya sedikit mengerti tentang konsep ulang tahun, potongan kue dan sekantung jajanan. Hanya dia belum tahu ulang tahun hanya diadakan setiap tanggal hari lahirnya. Bukan setiap saat apalagi setiap hari.

 “iya nanti, ibuk belikan kue”

Dan jadilah ulang tahun ke tiga Emil kami buat  dengan sangat sederhana, sepotong kue lapis keju dan lilin kecil di atasnya. Pesertanyapun hanya kami bertiga, dengan dihadiri Akung, Uti dan 2 tantenya itupun via WA.  Hihihi

Tapi sungguh Emil terlihat senang.

Ulang tahun ke 4 (Kresek Bingkisan)

Beberapa hari sebelum mudik ke Bali. Emil tiba-tiba mengajak saya bermain ulang tahunan. kursi plastik ditariknya ke tengah ruangan, diatasnya diletakan mainannya. Ia mengibaratkan mainanya itu adalah kue.

“Ayo mak kita main ulang tahunan, fuuuh..” sambil meniup tumpukan lego yang dia buat, Emil pun bertepuk tangan.

Saya berkesimpulan mungkin dia melihat kawan sekolahnya yang merayakan ulang tahun di sekolah bulan lalu.

Atau bisa jadi dari lagu ulang tahun anak yang dia lihat di Youtube. Sehingga membuat dia berinisiatif untuk bermain ulang tahunan.

Kebetulan karena ulang tahun Emil kami masih berada di kampung halaman. Tercetuslah sebuah ide, untuk merayakan ulang tahun Emil bersama para keponakan ketika mudik ke desa nanti.

Saya sudah merancang nanti akan membelikan Emil tumpeng / kue, makan donat bersama dan berdoa. Sederhana saja.

Sesampainya di desa ternyata ada hal yang tidak memungkinkan kami melaksanakan ulang tahun Emil. Rencanapun berubah. Walaupun berubah, acara bagi-bagi jajanan tetap dilaksanakan.

Emil pun tidak menuntut dan tidak tahu dia sedang berulang tahun. Mungkin belum kali yah. Haha.

Bagi – Bagi Bingkisan Ulang Tahun

Pagi-pagi kami pergi ke toko besar di desa. Saya sudah punya bayangan apa yang akan dicari, yaitu sejumlah jajanan untuk di masukan ke dalam tas kecil / goodiebag ulang tahun.

Jajanan sudah dapat, goodiebag ulang tahun yang saya inginkan belum dapat. Cari dimana-mana sepertinya juga tidak mungkin saya temukan, ini bukan kota yang segalanya serba ada.

Akhirnya kami pun memutuskan mengganti goodiebag dengan kresek. Kami pikir tidak masalah.

Bukan perayaannya yang kami kejar dan ajarkan. Melainkan makna memberi dan saling berbagi kebahagian yang kami ingin sampaikankan, sekecil apapun bentuknya.

Sampai di kamar jajanan yang kami beli saya masukan ke dalam kresek lalu saya ikat. Setiap kantung berisi 7 jenis jajanan. Menjelang sore Emil saya ajak bagi-bagi kantung kresek jajanan tersebut.

Kresek isi snack ulang tahun

Dengan membawa tas besar berisi penuh jajanan, saya ajak emil berkeliling bagi bagi kresek ulang tahun.

Benar saja, tas besar berisi kantung-kantung jajanan tersebut ludes. Para keponakan yang sedang bermain, menghentikan permainannya dan berlarian menghampiri Emil ketika tahu Emil bagi-bagi bingkisan kresek jajan.

Wajah-waah mereka senang menerima kresek plastik berisi jajanan. Malah ada yang membawanya kesana kemari. Hahaha..sayang saya tidak sempat mengabadikan momen tersebut.

“Terimakasih ya Emil. selamat ulang tahun ya” kata mereka sambil menggenggam bungkusan kresek jajanan yang diberikan Emil.

“Iya terimakasih sama-sama” balas Emil

Bahagianya anak-anak itu sederhana ya?. Jangan lupa bersyukur hari ini.

Barakallah Fii Umrik

2 komentar untuk “ Kresek Ulang Tahun Emil ”

  1. Juliapasca berkata:

    Berbagi dengan sesama ya mbak pada dasarnya 💕, mau kresek atau apa yang penting anak sudah tahu berbagi dengan sesama💓💓

    1. megasavithri berkata:

      ya Mba Julia, Alhamdullilah..hehehe..terimakasih sudah mampir di blog saya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares