Review Kapal Laut Dharma Ferry VII.

Kapal laut

Masih lanjutan dari postingan lalu. Setelah berjam-jam kami menunggu kapal sandar di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, berjubel di tangga kapal dan mengantri kunci di ruang informasi. Akhirnya kami bisa bernafas lega.

Kamar Kelas 1 Kapal Dharma Ferry VII.

Kamar kelas 1 yang kami pesan melalui DLU online, seperti kamar hotel. 2 kasur ukuran single dipisahkan dengan meja kerja berbahan kayu dan kursi besi.

Di atas meja terdapat 2 lampu baca. Di depan meja terdapat jendela besar dengan aksen bingkai kayu dan tirai. Jendela besar tersebut menghadap langsung ke lautan. Pencahayaan ruangan yang cukup.

kamar kapal laut
Jendela menghadap lautan

Dibawah meja terdapat tempat sampah injak ukuran 10 liter, dengan lapisan kantong plastik kosong di dalamnya. Tersedia sofa panjang dan satu lemari penyimpanan. Di lemari penyimpanan tersebut terdapat satu rak berisi 3 jaket keselamatan.

Di sudut ruangan kamar terdapat televisi LCD merek Sony Bravia, dengan channel yang beragam dan dilengkapi remote.  Namun sayangnya ketika kapal mulai berlayar di laut lepas. Tidak ada tayangan yang bisa ditonton dari televisi tersebut.

Tips : Bawa sarung / selimut dan bantal sendiri jika bantal yang tersedia kurang atau terlalu kecil.

Kamar mandi tersedia di dalam kamar. Lengkap dengan toilet, shower air hangat/ dingin, wastafel dan hair dryer.

Sayangnya tidak ada keset. Jadi turun dari kamar mandi kaki basah langsung menyentuh karpet kamar.

fasilitas kapal laut
Ruang kamar kelas 1

Begini kalau saya list fasilitas kamar Kelas 1 Kapal Dharma Ferry VII :

  1. Twin bed tanpa selimut
  2. Sofa
  3. Lemari pakaian + 1 rak berisi 3 jaket keselamatan
  4. Meja + 2 lampu baca
  5. Hanger baju di dinding
  6. Tempat sampah 10 liter + plastik sampah
  7. Televisi
  8. Bantal ukuran medium
  9. JEndela besar bertirai, langsung menghadap lautan.

Fasilitas kamar mandi dalam kamar :

  1. Wastafel dengan air hangat dan dingin.
  2. Cermin kamar mandi
  3. Lampu kamar mandi
  4. Rak handuk
  5. Hanger pakaian
  6. Shower hangat / dingin
  7. Closet duduk
  8. Tempat sabun cair tanpa isi
  9. Tempat tissue tanpa isi
  10. Hair dryer / pengering rambut
  11. Tempat sampah 5 liter
kamar mandi kapal
Kamar mandi dalam kamar kelas 1

Tolong kasih keset kamar mandi dong. BIar kaki dari kamar mandi tidak langsung ke karpet.

Menurut info. Kapal ini adalah kapal  penumpang buatan Jepang atau mungkin beli bekas namun dalam kondisi masih baik.

Baca juga : Beli tiket online kapal laut DLU

Karena pertama kali masuk kapal, tulisan Jepang tersebut masih terlihat di dinding setiap lantai kapal hingga ruang kamar, termasuk kamar mandi dan televisi. Selain itu saya menemukan kertas panduan dengan laminating masih bagus, utuh dengan tulisan Jepang.

Di bagian kamar mandinya, semua system operasi masih menggunakan tulisan jepang. Mana paham saya..HAHA.

Apakah semua fasilitas kamar / alat tersebut berfungsi baik ?

  1. Televisi . Berfungsi hanya ketika kapal masih sandar atau mendekati daratan. Remote dan semua system di layar televisi masih berbahasa Jepang.
  2. Meja.Buat yang malas bangun untuk mematikan lampu kamar. Di meja terdapat stop kontak yang langsung terkoneksi dengan lampu kamar. Gak usah berdiri untuk mematikan dan menyalakan lampu.
  3. Pendingin ruangan.Oke banget
  4. Wastafel. Kran wastafel berfungsi baik. Air hangat dan dingin tersedia. Tinggal putar kran.
  5. Shower. Berfungsi baik. Air hangat dan dingin tersedia.
  6. Hair dryer. Berfungsi baik.
  7. Closet. Flush/ siram berfungsi baik. Walaupun butuh sedikit penyesuaian karena system kloset yang tidak familiar, semua masih menggunakan bahasa jepang.
  8. Semua pencahayaan di dalam ruangan tersebut. Sudah oke menurut saya.
  9. Stop kontak / colokan model Jepang.
  10. Kamar tidak bau / tidak apek. Sprei bersih.

Catatan : Jangan pergunakan kamar mandi /toilet ketika kapal mulai sandar/sampai tujuan. Semua mesin mati termasuk alat alat yang terdapat di dalam kamar mandi.

Bagaimana dengan makanan kelas satu di kapal ?

Jangan khawatir kelaparan atau kehausan. Kapal ini memberikan pelayanan makan gratis sebanyak 4 kali untuk penumpangnya. Dalam bentuk nasi kotak dan air mineral gelas.

Restaurant di Kapal

Menunya beragam, berganti setiap hari dan mengenyangkan. Berikut menu yang berhasil saya ingat :

  1. Nasi putih + sayur daun singkong + ikan goreng + buah + air mineral
  2. Nasi putih + sayur kacang + ayam goreng +buah + air mineral
  3. Nasi putih + Sayur kacang + Telur bumbu + buah + air mineral
  4. Nasi putih + Sayur tahu kuah + Bandeng goreng + buah + air mineral
Makanan di kapal
Kiri : menu untuk anak , Kanan : menu untuk dewasa

Khusus untuk anak ada menu tersendiri, berikut menunya :

  1. Nasi putih + ayam goreng krispi + Jeli + air mineral
  2. Nasi putih + bola bola tahu + jeli + air mineral
  3. Nasi putih + nugget sosis + jeli + air mineral
  4. Nasi putih + kornet + jeli + air mineral

Seluruh makanan di atas adalah menu yang sama untuk kelas  dan ekonomi. Yang membedakan hanyalah cara pengambilannya.

Baca juga : Salah beli tiket online kereta api

Untuk Ekonomi. Pengambilan makanan dengan kupon yang didapat dengan menukar tiket dengan kupon makan. Cara mengambilnya pun dengan mengantri. Antriannya panjang.

Sedangkan untuk kelas. Tidak perlu mengantri langsung masuk kedalam restaurant dan mengambil dengan menunjukan tiket /karcis penumpang.

Kalau bosan dengan menu tersebut. Restaurant kapal juga menyediakan jenis menu makanan yang berbeda dengan menu kotakan. Harga sekitar 20 ribu-an.

restaurant kapal
Restaurant kapal

Minimarket dan coffee shop  di Kapal.

Di kapal ini juga terdapat minimarket dan coffe shop yang menjual beragam snack dan minuman. Berbagai keperluan pribadi juga dijual di sana.

Makanan kecil rata-rata serba 10 ribu, mie cup 15 ribu dan kopi 6 ribu Rupiah.

Kadang kala menjelang tengah malam. Beberapa pegawai kapal berkeliling menawarkan nasi goreng. Saya sih tidak pernah mencoba untuk membeli. Tapi sepertinya tidak gratis. Heheh.

Senja di kapal
Senja di kapal

Rasanya Naik Kapal Dharma Ferry VII.

Kalau ingat cerita sebelumnya, saya termasuk yang banyak kekhawatiran. Seperti  khawatir ngemper, makanan tidak terjamin, berombak dan tenggelam. Saya kan gak bisa berenang.HEHEHE.

Tapi setelah mencoba naik kapal Dharma Ferry VII ini. perasaan tersebut hilang. Alhamdullilah ombak tenang dan cuaca cerah. Kami juga sempat menikmati sun set di tengah laut di atas kapal Dharma Ferry VII.

Baca juga : Naik kapal ferry Gilimanuk – Ketapang

Oiya, Kalau tidak salah, kami masuk ke dalam kamar kapal sepertinya menjelang tengah malam dan langsung tertidur. Saya bangun sekitar pukul setengah 4 pagi/

Saya baru sadar setelah melihat jendela, ternyata kapal baru saja berlayar meninggalkan pelabuhan Tanjung perak.

Gak ada rasanya deh nih kapal bergerak.Begitupun ketika sudah berada di lautan lepas. Hampir tidak terasa goyangan kapal. Yang ada hanya deru mesin, ketika di dalam kamar hampir tidak terdengar.

Mungkin cuaca sedang cerah dan ombak sedang baik.

pintu masuk  kapal
Pintu masuk dan keluar penumpang dan kendaraan

Kalian yang memiliki kendaraan juga bisa membawa kendaraan. Tersedia 2 dek khusus dengan ruangan sangat luas di bagian bawah kapal.

Kalau butuh hiburan juga tersedia ruang hiburan.

Jangan khawatir tertinggal waktu sholat. Kapal ini juga terdapat mushola dan  kamar kapal tersedia speaker yang akan membunyikan adzan ketika waktu sholat sudah tiba.

Kapal ini juga terdapat mushola dan speaker di setiap ruangan yang akan membunyikan adzan ketika waktu sholat tiba.

Mau Naik Kapal Dharma Ferry VII lagi ?

Kalau saya sih iya. Selain harga tiket yang sangat terjangkau.kapalnya juga cukup nyaman. Walaupun menangani ratusan para penumpang pelayanan petugasnya tetap ramah.

Kapal memang tidak secepat pesawat. Jadi kalau kalian ingin mencoba hal baru dan tidak terlalu terburu-buru waktu. Kapal laut bisa jadi pilihan.

2 komentar untuk “ Review Kapal Laut Dharma Ferry VII. ”

  1. Fanny F Nila berkata:

    waaahhh kalo memang bagus begini, aku jd mau nyobain naik kapal mba :D. kamarnya yg tertinggi kls 1 kah? Ga ada vip? Selama ini kekuatiranku ga mau naik kapal, selain msalah waktu, ya krn takut ngemper, jorok takut tenggelam juga hahahaha.. tp kalo kapalnya terawat gini, ya aku mau mau aja 🙂

    1. megasavithri berkata:

      Tertinggi kelas VIP mba. dr info yang saya lihat. kamar nya sedikit lebih besar dari kelas 1 dan kamar mandi bathtube.:)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares