Cerita Salah Beli Tiket Online Kereta Api 

Tiket Kereta Api

Kalian pernah kesel gak ? Nah saya baru-baru ini juga dilanda hal tersebut. Bukan kesel terhadap seseorang. Tapi kesel sama diri sendri karena salah beli tiket kereta api..haha

Nangis sih enggak hanya pengen saat itu mukul-mukul kepala sendiri. Duh Gusti pripun toh, sembrono kula ra ketulungan sampai dua babak salah beli tiket online.

Gimana ceritanya ?

Rencananya kami ingin berangkat menggunakan bus, namun karena tiket bus habis maka  lebaran 2019 ini kami mudik ke Bali dengan menggunakan Kereta Api Mutiara Timur Siang. Lho ke Bali kok naik Kereta Api.

Memang bisa ? ceritanya ada disini ya.

Sengaja kami tidak beli tiket pulang – pergi. Agar bisa sedikit lebih fleksibel waktu di sana.

Maklum kami bukan pekerja kantoran.

Seperti biasa kami selalu menggunakan cara pesan tiket kereta api secara online, karena lebih mudah.

Proses pembelian tiket berangkat/mudik ke Bali melalui jalur Sidoarjo – Banyuwangi berjalan lancar. Kamipun sampai tujuan dengan selamat tanpa kurang suatu apapun.

Namun cerita berbeda ketika saya membeli tiket pulang / balik.

Dari awal kami memang tidak langsung membeli tiket pulang, jadi kami masih belum pasti menentukan hari kepulangan. Kebetulan juga salah satu anggota keluarga di sana ada yang sedang sakit, yaitu Dadong / nenek buyutnya Emil.

Lengkap sudah galaunya kami menentukan hari kepulangan. satu sisi kami nenek buyut sedang sakit keras, namun di satu sisi lagi banyak pekerjaan online yang harus diselesaikan.

Emang di sana gak bisa kerja online ? ENGGAK  BISA! sinyal internet seret kisanak. Sedangkan di rumah (Sidoarjo) internet kami lancar jaya unlimited.

Rencana kepulangan di hari Sabtu kami undur hari MInggu dan pada akhirnya atas pertimbangan suatu hal kami putuskan hari Selasa ikut KA. Mutiara Timur Siang.

Salah Beli Tiket Kereta Api Babak Pertama

Minggu pagi selesai sholat subuh, saya diskusi lagi dengan paksu untuk menyakinkan hari kepulangan.

Setelah cukup yakin. Segera saya buka aplikasi jual tiket online, melihat daftar harga tiket Kereta Api yang cocok dan  memesan tiket kereta api untuk 3 orang ( saya, Pak suami dan Emil ).

Senangnya kami dapat tiket murah kelas ekonomi. Hemat 100.000 dari harga normal ketika masih rame-ramenya arus balik. Senang dong.

Tiket terbayarkan dan tak menunggu lama e-tiket pun terbit, kami lalu mengabarkan kepulangan kami.

Sebagian anggota keluarga merasa keberatan, karena kami sudah menentukan jadwal pulang. Padahal nenek buyut/Dadong masih sakit keras.

Kami tidak bisa apa-apa tiket kereta api sudah terbeli dan hanya berdoa yang terbaik.

Senin dini hari, jam  1 kurang 15 menit, pak suami membangunkan saya. “Dadong pergi..Dadong sudah pergi”. Saya yang masih belum sadar bertanya “ Hah pergi kemana..?”

Sedetik kemudian baru saya sadar “Inalilahiiwainailaihi rojiun”.

Senin pagi itu hingga siang seluruh keluarga disibukkan mengurus kelengkapan pemakaman nenek buyut.

Selesai pemakaman Dadong, Pak suami duduk di sekepat, istirahat sejenak sambil menyeruput kopi.

Sedangkan saya kembali ke kamar menemani Emil tidur. Tiba-tiba ada perasaan tidak enak muncul, saya ingin mengecek rute tujuan yang sudah dibayar kemarin, jangan –jangan salah pilih rute tujuan.

Benar ternyata, saya salah menuliskan tujuan pulang. Harusnya Banyuwangi – Sidoarjo namun tiket yang tertulis dan telah terbit adalah Sidoarjo – Banyuwangi.

Amsyong!

Lemes saya Rp. 546.646 melayang, apalagi lihat jadwal tiket kelas Ekonomi untuk Banyuwangi – Sidoarjo pada tanggal 18 Juli 2019 harganya sudah berbeda.

Karena saya masih kesal dan menyesal karena ketidaktelitian tersebut, saya suruh paksu yang melakukan booking tiket. Sedangkan saya menutup kepala dengan kain jilbab. Apes.

Tips 1 : Ketika memesan tiket tidak dalam kondisi terburu-buru, apalagi mata masih ngantuk

Salah Beli Tiket Kereta Api Babak Kedua

Mencoba untuk tenang dan tidak ikutan kesel seperti saya. Paksu mencoba mengulang kembali order tiket kereta api. Sedangkan saya masih menutup wajah dengan jilbab. Mencoba meredam kesal yang melanda dan kebodohan diri.

Semoga kali ini tiketnya gak ada kesalahan lagi.

“ Nih sudah, tinggal lakukan pembayaran saja “ sambil menyerahkan handphone ke tangan saya. ia pun kembali keluar kamar. Kembali ke tugas saya untuk melakukan pembayaran online.

Dengan cekatan tangan saya menekan layar handphone, membuka aplikasi pembayaran online dan selesai. Tiket terbayar e-tiket pun terbit. Saya mulai screenshoot E tiket.

Rute tujuan benar Banyuwangi – Sidoarjo. Tapi itu kok tanggalnya bukan tanggal 18 Juni 2019, melainkan 2 Juli 2019.

Astagaa!!

Kesel  kuadrat saya, Rp. 516.603 melayang lagi. Salah beli tiket sampai dua babak. Kali ini salah pilih jadwal keberangkatan Kereta Api. Saya pun kembali memanggil paksu. Paksu menghampiri sambil membawa cangkir kopinya ke dalam kamar.

Saya kembali menutup kepala saya dengan jilbab, mencoba untuk ikhlas. Kesel banget sumpah. Sambil membatin ,  Ini tiket salah yang sudah terbayar bisa dikembalikan gak ya.

huhu huhu

Tips 2 : Perhatikan benar benar dan teliti kembali  jadwal keberangkatan Kereta Api sebelum melakukan booking tiket dan pembayaran

Beli Tiket Kereta Api Mutiara Timur Kelas Eksekutif

Lagi-lagi saya masih trauma salah beli tiket kereta api sampai dua babak. Akhirnya paksu saya suruh lagi untuk melakukan pemesanan.

Karena tidak ada jadwal dan harga tiket kereta api ekonomi yang cocok, akhirnya kami memesan tiket KAI Kelas Eksekutif. Lebih mahal memang, tapi kali ini benar-benar gak mau salah.

Sebelum melakukan pembayaran tiket, jadwal keberangkatan kereta api kami cek lagi. Tanggal, jam dan rute benar benar kami lihat ulang, entah mungkin sampai 3 atau 4 kali.

Sampai benar-benar yakin.

Bissmilah. Saya pun melakukan pembayaran tiket sebesar Rp.757.362. Alhamdulilah semua selesai dengan benar. E-ticket terbit sesuai jadwal yang kami mau.

Cara Refund Tiket Kereta Api

Baru kali ini selama membeli tiket pesawat dan tiket Kereta Api melalui aplikasi online, saya melakukan kesalahan salah beli. Sebelumnya mulus-mulus saja.

Lalu apakah tiket kereta api yang sudah saya bayar bisa direfund kembali ?. Saya sempat pesimis terhadap tiket-tiket yang telah terbayar tersebut bisa direfund atau tidak.

Kalau menurut ketentuan yang saya baca tentang pembatalan tiket. Tiket yang telah terbeli masih bisa direfund melalui stasiun Kereta Api, namun tidak full, hanya 75% dari harga beli.

Ya sudah, kesel saya sedikit berkurang. Mungkin itu konsekuensinya akibat tidak teliti sebelum membeli.

Pengembalian Tiket di Stasiun Kereta Api

Sampai di Stasiun Banyuwangi Baru

  1. Pak suami langsung menuju Customer service dan melaporkan tentang salah beli tiket.
  2. Menunjukan bukti pembelian online.
  3. Mengisi formulir pembatalan tiket
  4. Menuju loket untuk menyerahkan formulir pembatalan
  5. Permohonan refund diterima
Pengembalian tiket diterima

Apakah kedua tiket tersebut bisa direfund ?

  1. Semua tiket yang saya beli bisa direfund
  2. Besar refund 75% dari harga beli
  3. Refund menunggu 60 hari, transfer langsung ke rek. pemohon

Detailnya :

  1. Tiket pertama ( untuk 3 orang ) total pembayaran : Rp. 546.646 ,salah beli karena rute tujuan berbeda. Dikembalkan sebesar Rp. 405.000
  • Tiket ke dua ( untuk 3 orang ) total pembayaran : Rp. 516.603 ,salah beli karena jadwal pemberangkatan. Dikembalikan sebesar Rp. 381.000

Saya yakin tidak hanya saya saja yang pernah mengalami kejadian seperti di atas. Mungkin juga pernah ada yang lebih besar lagi nominal yang sudah dibayarkan.

Pada kesimpulannya sih, telitilah dan cek kembali sebelum melakukan pembayaran tiket online. Kalau terjadi kesalahan berusahalah tetap tenang dan ikhlas, jangan seperti saya hehe..

1 komentar untuk “ Cerita Salah Beli Tiket Online Kereta Api  ”

  1. Anang berkata:

    mungkin itu memang bagian yang harus kita ikhlaskan, sebagai pembersih.
    supaya kita selamat dan terhindar dari musibah atau yang lain, di dunia atau di akhirat.
    Wallahu a’lam bish-shawabi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares