Happy Readers Fun Day McDonalds : Tumbuhkan Minat Baca Si Kecil Melalui Dongeng

Happy Readers Surabaya

Happy Readers Fun Day Surabaya – Hari sabtu tanggal 4 May 2019 kemarin, saya berkesempatan mengikuti salah satu seminar kolaborasi McDonalds dengan Thinkwoman.id dan Impact Plus.  

Bertempat di Ballroom JW Marriot Hotel Surabaya. Happy Readers Fun Day dihadiri sekitar 500 orangtua dan anak. Ini merupakan roadshow  ke dua McDonalds setelah Jakarta, 27 April lalu.

Program McDonald Happy Meal Readers ini merupakan salah satu bentuk kepedulian McDonald terhadap minat baca anak-anak khususnya di Indonesia, yang saat ini terbilang rendah.

Bayangkan minta baca Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara.

Karena alasan itulah, McDonalds menerbitkan buku dongeng anak bergambar dengan tema Dinosaurus.

Dengan menggaet penulis buku ternama Cressida Cowell , penulis kisah How To Train Your Dragon. McDonalds menerbitkan seri buku yang berjudul Treetop Twins Adventures ( Petualangan si kembar Treetop ).

Treetop Twins Adventures ini merupakan hadiah paket Happy Meal McDonald terbaru, yang bisa didapatkan setiap pembelian  menu paket Happy Meal. 

Lalu, Kenapa Dinosaurus ?

Menurut Carrol sebagai Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia.

Dipilihnya seri buku bertemakan Dinosaurus adalah, karena hewan purbakala ini adalah idola sepanjang masa dan bisa diterima oleh semua kalangan. Selain itu juga Dinosaurus mengandung unsur pengetahuan.

Walaupun di even ini tidak ada Cressida Cowell, sebagai penulisnya. Namun acara ini sangat bernas, karena dihadiri oleh pembicara yang berpengalaman di bidangnya. Serta game-game seru berhadiah.

Seperti Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., seorang psikolog anak keluarga, dan Gery Puraatmadja atau lebih dikenal dengan Paman Gery, seorang pendongeng anak.

Happy Readers Fun Day Surabaya
Paman Gery dan Emil

Mendongeng Itu Menyenangkan

Berbicara mengenai dongeng, membawa saya ke kenangan masa kecil. Bapak saya adalah seorang pekerja lapangan yang jarang sekali berada di rumah, namun selalu menyempatan sedikit waktunya – walau tidak sering – sekedar untuk mendongeng kepada saya, sebagai pengantar tidur.

Beliau juga suka mengajak dan membiarkan saya memilih buku serta kaset-kaset dongeng kesukaan di toko buku dan kaset langganan.

Kalau kalian orang Balikpapan, pasti tau Toko Kaset Mickey yang berada di Klandasan. Toko ini salah satu toko kaset yang sering kami datangi.

Kaset-kaset ini, mungkin dimaksudkan agar saya bisa tetap mendengarkan dongeng ketika beliau tidak ada di rumah.

Beberapa kaset dongeng favorite yang masih saya ingat ceritanya sampai sekarang adalah tentang Singa Tua dan Keledai Bodoh, cara bercerita naratornya seru sekali.

Saya masih ingat bagaimana saya berimajinasi dengan bentuk singa dan keledai, beserta suasana di dalam gua dan hutan rimba di dalam cerita tersebut

Wah saya jadi kangen dengan kaset-kaset dongeng ini.

Oke balik ke event tadi.

Happy Readers Fun Day
Bersama kawan IBJ ( Insta Baby Jatim )

Happy Readers Funday, Cara Mendongeng Menyenangkan dan Manfaatnya.

Di acara ini Anna Surti Ariani atau akrab dipanggil Nina menjelaskan, kebiasaan membaca perlu dibiasakan sejak dini. Karena dengan membiasakan anak membaca, secara tidak langsung Orangtua membangun suatu kebiasaan baik dan mendukung perkembangan optimal kecerdasan dari berbagai aspek.

Berikut manfaat besar mendongeng untuk anak, seperti :

Manfaat untuk anak.

  1. Anak lebih cerdas
  2. Kemampuan bahasa meningkat
  3. Mengembangkan kemampuan sosioemosional

Anak Lebih Cerdas

  • Dengan membaca membuat wawasan anak lebih luas
  • Mampu berkonsntrasi
  • Meningkatkan kemampuan mengingat
  • Mendapat banyak ide memecahkan masalah
  • Mempunyai kemampuan imajinasil yang lebih baik
  • Rasa ingin tahu yang tinggi / haus pengetahuan
  • Prestasi akademis yang baik

Kemampuan Bahasa Meningkat

  • Membaca dapat meningkatkan lebih banyak kosa kata pada anak
  • Struktur dan logika bahasa lebih baik.
  • Pemahaman bacaan lebih baik

Meningkatkan perkembangan Sosioemosional

  • Memahami perilaku baik dan buruk
  • Belajar berempati dengan orang lain
  • Terhindar dari kecanduan gadget.

Tidak hanya itu saja manfaat mendongeng juga dapat dirasakan oleh para orangtua,

Manfaat mendongeng untuk Orangtua / keluarga

  1. Kesempatan mendekatkan diri dengan anak
  2. Kesempatan membahas mengenai topic yang penting diketahui anak
  3. Kesempatan berbagi nilai-nilai yang dianggap penting dalam keluarga.

Bagaimana dengan mendongeng atau membacakan cerita melalui gadget ?

Menurut Nina lagi, membaca melalui gadget dan buku memiliki perbedaan tersendiri. Melalui buku, apalagi jika buku bacaan anak terdapat corak atau teksturnya. Itu bisa menjadi stimulasi untuk indera perabanya.

Selain itu membuka setiap lembaran di dalam buku, lebih membutuhkan kesabaran dan perasaan dibandingkan dengan men-swipe layar dari gadget.

Bagaimana caranya agar anak tidak terlalu fokus ke gadget ?

Gadget pada jaman sekarang memang tidak bisa dihindari. Namun bukan berarti anak tidak boleh bermain dengan gadgetnya.

Boleh saja anak bermain gadget asal ada batasannya dan diatur. Salah satunya adalah dengan memperbanyak buku-buku bacaan yang menarik dan anak suka.

“Beri kesempatan anak untuk memilih bukunya sendiri, misal kalau ke toko buku berikan hak special untuk anak memilih bukunya sendiri. Kemudian bacakan buku untuk mereka atau berikan gadget sebagai hadiah setelah dia mau membaca buku..” ujar Nina.

Bagaimana mengajak anak yang sudah bisa baca, agar mau membaca bukunya sendiri dan tidak minta dibacakan terus ?

Menurut Nina, anak bisa diajak membaca buku bersama dengan kosa kata yang terdapat di dalam buku tersebut, semisal hari ini dua kalimat kemudian hari berikutnya meningkat menjadi satu paragraph dan seterusnya.

Bisa juga dengan mengajak kawan, adik atau saudaranya untuk membaca bersama secara bergantian.

Cara Merangsang Minat Baca Pada Anak

  • Perlihatkan Orangtua senang membaca.

Peran keluarga dan lingkungan adalah satu imitator utama yang mampu menjadikan anak suka membaca atau tidak. Anak yang jarang melihat orangtuanya membaca maka akan jauh lebih sulit memiliki ketertarikan untuk membuka buku.

  • Tunjukan berbagai tulisan di manapun.

Ketika sedang berjalan-jalan, Orangtua bisa mengajak anak untuk membaca tulisan yang berada di sekitar mereka.

  • Bacakan buku anak dengan asyik.

Ketika orangtua membacakan buku untuk anaknya sebaiknya harus dengan sepenuh hati. Ceritakan dengan ekspresi dan bersuara sesuai karakter dalam cerita.

Jangan terlalu cepat membaca, berhentilah sesekali dan berinteraksilah dengan si kecil. Seperti menanyakan apa yang akan terjadi selanjutnya di dalam cerita tersebut.

  • Obrolkan buku yang dibaca dengan anak

Selesai membaca, obrolkan cerita tersebut dengan anak. Seperti suka tidak dengan tokoh tersebut? Atau jika kamu menadi tokoh tersebut apa yang dilakukan ?

Pembatas ruang bermain anak dan seminar dibuka, orangtua berbaur kembali dengan anak

Semua Bisa Mendongeng

Kalau berbicara tentang dongeng pasti bayangan kita akan suatu kegiatan yang selalu dilakukan kakek nenek kita terdahulu.

Jaman sekarang dongeng seperti suatu kegiatan lampau yang tidak lazim dilakukan.

Namun sebenarnya mendongeng secara langsung adalah suatu hal yang penting karena akan berhubungan dengan perkembangan karakter anak hingga dewasa.

” Bukan tentang mana benar atau salah. Mendongeng untuk anak dengan buku jauh lebih bermanfaat daripada mendongeng dari layar gadget..”


Paman Gery

Lalu bagaimana jika anak disodorkan dengan tontonan dongeng melalui gadget atau screen ?

Mengutip kalimat Paman Gery, Dongeng adalah human to human relationship.

Jadi jika anak diberikan tontonan dongeng melalui gadget atau screen. itu adalah sesuatu hal yang semu. Namun jika memang para Orangtua sempatnya memberikan tontonan dongeng di gadget ada baiknya orangtua juga bisa mengatur dan mengambil kesempatan untuk mendongeng langsung kepada anak.

“ Ambil kesempatan 5 menit saja satu hari, untuk mendongengkan langsung ke anak dan jika itu dilakukan sepenuh hati dan masuk kedalam akal si anak, ia tidak akan lupa hingga dewasa..” tutur Paman Gery

Bagaimana caranya memulai mendongeng dan dari mana memulainya ?

Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa anak yang sering didongengkan, punya daya imajinasi lebih luas, kekayaan kata dan bahasa yang lebih baik serta percaya diri.

  • Read Aloud

Ceritakan dongeng berdasarkan buku cerita anak sebagai medianya. Dan buatlah pokok pikiran yang mudah dipahami

  • Cari inspirasi dari anak.

Tanyakan kepada anak, ia ingin dongeng / cerita seperti apa? Biasanya anak akan lebih tertarik jika kita bercerita tentang hal yang disukainya se-absurd apapun!

  • Buat cerita sendiri.

Buat cerita sendiri, semisal diambil dari kejadian sehari-hari dengan merubah nama tokoh dsb.

Nah kalau sudah bersemangat mendongeng jangan lupa terhadap hal-hal yang sebaiknya tidak di sampaikan atau di ceritakan ke anak seperti :

  1. Muatan kekerasan, ancaman, perkelahian,  pembunuhan, perang dll.
  2. Muatan dewasa, perkawinan paksa, pacaran dll.
  3. Muatan horror dan sadis, hantu, kanibalisme penyiksaan dll

Lalu teknik mendongeng seperti apa yang harus dipersiapkan ?

  1. Ekspresi wajah
  2. Kontak mata
  3. Variasi suara
  4. Bahasa tubuh

What’s Your Story ?

Saya sengaja datang berdua saja bersama Emil di acara ini. Apalagi di sana disediakan arena bermain khusus untuk anak-anak beserta pendamping dan beragam kegiatan anak.

Jadi selagi anak-anak bermain bersama di ruangan sebelah,  orang tua bisa lebih fokus mengikuti jalannya acara.

Happy dong saya.

Sayangnya itu tidak berlangsung lama, karena ini tidak berlaku untuk Emil. Mendadak dia keluar dari area bermain dan berteriak mencari saya yang asyik menyimak materi.

Buyarlah fokus saya, perhatian terpecah.

Walau riweh dan perhatian terpecah, tapi saya senang. Selain membawa pulang tote bag, t-shirt anak, buku dongeng petualangan, kartu flazz, sertifikat keikutsertaan dan kelezatan Happy Meal McDonald.

Saya juga membawa pulang ilmu.

Semoga saja materi yang berhasil saya tangkap dan saya tulis kembali ini bisa bermanfaat.

Karena banyak juga para ibu tanpa pengasuh, yang tidak bisa mengikuti jalannya seminar secara full karena harus menemani si kecil mereka yang tidak rela ditinggal ibunya sejenak.

Salam. (^__^)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares