Hallo Assalamualaikum..
Kali ini saya mau nulis tentang penggunaan gadget pada anak, walaupun memang di jagat maya udah banyak banget artikel artikel yang sejenis tentang tips dan pengaruh gadget pada anak, namun saya akan menuliskan apa yang saya alami dan yang sudah saya lakukan, dalam hal membatasi penggunaan gadget pada anak khususnya balita.
Secara saya adalah ibu ibu jaman now yang punya anak dan pada akhirnya tidak bisa menghindari menyodorkan gadget ke anak, sebagai alat untuk nyelimur.
Hmmm..apa ya istilah nyelimur, ooh semacam mendiamkan, momong, mengalihkan perhatian si anak yang lagi galau / rewel biar tidak mengganggu to the max ortunya yang lagi sibuk.
Bisa jadi saya adalah ibu yang termasuk terlalu dini mengenalkan gadget ke anak, menyalahi aturan dari usia idealnya anak.
Konon Bill Gates saja menyarankan pemberian gadget tidak boleh sebelum usia anak 14 tahun sedangkan ahli parenting menyarankan sebelum usia 2 tahun.
Lah, saya memberikan gadget ke Emil saat usia dia baru bisa duduk, tebak usia berapakah itu? , saya sendiri aja lupa hahaha, menyalahi aturan banget kan, – ibu macam apa kamoh, plaak!.
“ Mba meg, aku kalo lagi masak, Kevin ya tak kasih gadget, yak opo ya mba, ben ga ngerusuhi itu loh, iyo kalo ada pengasuh atau keluarga lain, lah ini aku cuman berdua tok di rumah, kudu masak, bersih bersih, endebre endebra, abra kadabra dor.. !“
Itu sedikit curhatan tetangga saya, yang alasannya juga hampir sama dengan saya, hanya bedanya saya bertiga, masih ada suami yang berkerja di rumah, jadi bisa sedikit membantu menemani Emil selagi saya sibuk – cie sok syibuk.
Tapi ya lagi lagi, semuanya gak bisa ideal terus menerus, terkadang pak suami mesti kudu kejar deadline dari klien dan saya tiba tiba juga harus segera mengurus hal lainnya saat itu juga, repot bin riweuh iya, apalagi saat itu mainan Emil tidak banyak dan beragam, jadilah gagdet solusinya – setel channel Doong Doong lah.
Oh iya Doong Doong ini lucu lho, Emil tergelak gelak kalau nonton ini, saya kasih link channelnya ya, disini – eaaaa..gak fokus

Membatasi Penggunaan Gadget Pada Balita.
Walaupun tidak bisa dihindari, menurut saya sangat bisa dibatasi, ini cara yang saya lakukan.
- Saya tidak menyodorkan gadget ke anak setiap hari.
- Jika saya perlu menyodorkan gadget, maka saya dudukan anak secara tegak, nyaman dan aman, khususnya mata.
- Setelah itu biasanya saya segera mengerjakan pekerjaan yang benar benar harus diselesaikan saat itu juga, kalau bisa tidak lebih dari satu jam – nyicil lah.
- Ketika Emil saya sodorkan gadget memang terlihat tenang dan gembira tapi jangan terlena dan dibiarkan terus menerus. pekerjaan selesai sebagian, segera temani anak dan alihkan dari gadgetnya.
- Setelah sebagian pekerjaan rumah selesai biasanya saya temani anak bermain tanpa gadget, sambil menunggu pak suami sedikit free dengan pekerjaannya, barulah saya minta tolong untuk mengajak Emil berjalan jalan ke luar sejenak, sehingga saya dapat menyelesaikan pekerjaan lainnya yang tertunda.
- Ketika bepergian, kami komitmen untuk tidak bergadget ria dan menyodorkan gadget, sekalipun ia rewel atau pengen jumpalitan / lari lari, capek sih ngikutinnya tapi ga papa karena anak itu rasa ingin taunya besar jadi biar kan saja ia bereksplorasi sama lingkungannya.
- Jika anak sudah mulai mengerti asiknya gadget, biasanya saya selalu terus beri pengertian dan mengisi batere gadget tidak full.
- Berikan alternatif mainan selain gadget.
Ngomong ngomong, saya sendiri pun gemes lho kalau lihat anak lagi di luar, jalan sama orang tuanya atau sama keluarga, sedangkan tatapan si anak malah fokus ke ponsel / gadget.
Pernah nih nya, waktu saya kepasar,saya lagi milih milih sayuran di sebuah kios sayur,datanglah ibu ibu muda dan seorang anak balita mungkin usia anaknya kisaran 2,5 – 3 tahunan, masuk juga ke kios, pemilik kios sayur pun menyapa ibu dan anak tersebut lalu berlanjutlah percakapan percakapan khas ibu ibu dan penjual sayur.
Sampailah pada suatu percakapan yang saya dengar dan membuat saya melirik ke anak perempuan yang lagi megang sebuah gagdet dengan cover boneka lucu dan warna yang senada dengan baju serta topi yang dipakainya saat itu, pink – sepertinya ibunya memfasilitasi banget.
“ ya gitu duit sak ulan cepet enteke, bapake ngomel ngomel duit entek gae tuku pulsa tok “ curhat ibunya
“ hee..nak..hp nya bude minta yaa..” si penjual sayur mulai menggoda si anak dan reaksi anak, melihat atau menjawab pun tidak, malah asik nonton gadgetnya yang lagi memutar video permainan kartun yang biasa Emil tonton kalau lagi di rumah.
“ ya wes ngono iku, digae tuku kuota gawe pencet pencet hp “ ibu itu melanjutkan curcolnya sambil sesekali menoleh ke anaknya yang masih fokus dengan gadget.
Ketika ibunya hendak pulang, anak itu pun tak beranjak dari tempat dia berdiri, wajah anak tersebut masih datar saja,walaupun ibu dan pedagang sayur tersebut sudah memberitahu kalau ibunya mau pulang, anak tersebut merengek pun tidak, sampai ibunya naik motor dan menyalakan mesin motor anak tersebut masih enggan melihat, ibunya memanggil berulang kali dengan nada sedikit nyaring, anak tersebut enggan beranjak.
Sampai pegawai kios sayur menjawil bahu anak tersebut “ itu lho kamu mau pulang, ditinggal sama ibumu lho nanti “ barulah anak tersebut berjalan dan naik ke atas motor ibunya, masih dengan wajah datar dan menggenggam gadget pinknya.
Dan banyak hal hal semacam itu yang sering saya lihat, termasuk anak berdiri memainkan game di gadgetnya dan gak sadar dia sudah menghalangi pengguna jalan lain untuk lewat, atau seorang anak yang tertawa teriak teriak memainkan gadgetnya sementara ada anak anak lain yang sedang bermain di sekitarnya.
Menurut saya, itu salah satu dampak negatif gadget bagi anak yang terlihat di sekitar kita adalah anak menjadi tidak peka terhadap lingkungan sekitar.
Orang tua pun sepertinya juga kebal dan santai, karena menganggap itu bukan sesuatu yang mengkhawatirkan, karena yang penting adalah anak bisa diam dan tenang. wah orang tuapun bisa jadi salah satu penyebab anak kecanduan gadget.
Dampak dampak lainnya bagaimana? ada bisa cari di mbah google, banyak artikel artikel yang mengulas tentang dampak buruk penggunaan gadget yang berlebihan pada anak.
Oleh karena itulah, walau saya tidak dapat sama sekali menutup akses anak untuk mengenal gadgetnya, tapi paling tidak kita sebagai orang tua dapat mengontrol dan berlaku bijak dalam penggunaan teknologi tersebut agar bisa bermanfaat.
Kayaknya setelah ini saya masih mau bahas tentang gadget dan mainan anak deh, serta dampak positif gadget bagi anak dan manfaatnya terhadap Emil, oke sampai sini dulu tulisan saya nanti sambung lagi dan terimakasih sudah membaca ya.
Aku juga takut Mba,kalo anakku kecanduan gadget. Jadi kadang berantem dulu supaya Jasmine ga kelamaan pegang hp.
haaa akupun begitu mba jasmine, kadang sampai keluar airmata drama hahahah..
Saya pun juga lagi galau nih mba, ngga mau Mirza terlalu aktif sama gadget tapi kadang saya sendiri sibuk sama gadget soalnya cari uangnya darisana. huu
hai mba riska, iya mmg repot ya mba, mirza umur berapa? anaku skrg umur 2,5 thn, aku coba kasih mainan kayu itu lho mba puzle / susun balok, lumayan disibukan bgt dia, hampir seharian gak kesentuh gadgetnya.