Tiket Pesawat Mahal. Kami Naik Kapal Laut Surabaya – Balikpapan

Naik Kapal Laut DLU Ferry

Bulan Juli 2019. Saya hanya mengerutkan kening saja melihat daftar harga tiket online pesawat yang mahal. Surabaya-Balikpapan bisa jutaan harganya. Kepala mulai main hitung-hitungan. Efeknya membuat kami berfikir untuk memilih alat transportasi lain. Yaitu kapal laut.

Cari Tiket Kapal Laut PELNI

Sayangnya di Traveloka tiket kapal laut tidak tersedia. Kami lalu meluncur menuju Bungurasih mendatangi langsung agen tiket kapal laut Surabaya yang kami ketahui.

“Tidak ada jadwal setiap hari untuk kapal laut PELNI. Kalau kelas nanti milih langsung di kapalnya,Pak”

Pak suami mencatat nama kapal PELNI dan tujuan serta jadwal kapal PELNI dan harga. salah satu yang ditulisnya adalah jadwal kapal PELNI Dorolonda.

Saya yang mendengarkan penjelasan salah satu agen tiket tersebut, seketika ragu.

PELNI : Salah satu maskapai pelayaran nasional Indonesia

Walaupun harga tiket kapal laut Surabaya Balikpapan yang ditawarkan sangat murah, yaitu 400 ribu-an. Tapi saya masih belum yakin akan memilih transportasi laut tersebut untuk menyeberangi Pulau Jawa menuju Kalimantan.

Selain faktor keamanan, yang membuat saya ragu lagi adalah penjelasan si mbak agen “kalau mau kelas, milih langsung nanti ketika  di kapal”. Nah ini. Iya kalau dapat. Kalau tidak dapat kelas bagaimana? .

Apalagi kalau saya lihat dan pernah ingat, naik kapal itu tidak seperti naik pesawat,dimana penumpang naik secara teratur dan semua dapat kursi sesuai yang tertera di tiket.

Nah kalau kapal. Masuk sudah berjubel, belum jelas lagi dapat kelas yang mana. Bisa-bisa ngemper kami di lantai kapal karena gak kebagian kelas/kamar, kasihan si Emil.

Mencari Tiket Kapal Laut DLU

Kamipun beralih ke agen yang lain. Ternyata jawaban yang kami terima juga sama “Kalau kapal yang mbaknya maksud adanya kelas ekonomi, untuk kelas lainnya belum bisa kebuka”

PT. Dharma Lautan Utama ( DLU ) : Perusahaan pelayaran nasional milik swasta

Kapal yang saya maksud disini adalah Kapal Dharma Lautan Utama ( DLU). Yang menurut info, fasilitas kapal Dharma Lautan Utama ini bagus. Seperti hotel terapung, katanya.

Sayapun ingin membuktikan.

Sayangnya agen tiket yang kami datangi tidak bisa memastikan kami dapat kelas / kamar  yang seperti apa. Karena mereka hanya bisa membuka sampai kelas ekonomi saja. Yang menurut penjelasan mereka, kelas ekonomi model kursinya bisa dibuat tidur.

Membeli Tiket Online Kapal Laut Dharma Ferry VII

Kami pun urung dan pulang. Sampai di rumah saya kembali melihat-lihat harga tiket pesawat di Traveloka. Ternyata ada penerbangan pertama, harga tiket pesawat Lion Air tidak sampai satu juta-an.

Ambil gak ya??

Sebentar..sebentar..saya masih tidak menyerah mencari info kapal DLU ( PT. Dharma Lautan Utama )  ini.

Setelah mencari melalui internet. Dengan kata kunci “Kapal Dharma Ferry 7”. Muncul satu situs  PT. Dharma Lautan Utama.

Dari situlah saya mulai membuka dan melihat jadwal yang terlampir di DLU online. Memang kalau saya perhatikan, jadwal kapal tidak ada pelayaran yang di lakukan setiap hari.

Catatan : Jadi jika kalian mencari tiket keberangkatan sesuai dengan tanggal / hari yang kalian mau. Maka dijamin kalian akan diarahkan ke jadwal tiket kapal yang tersedia. Kapal tidak sama dengan pesawat yang setiap hari / waktu ada.

Saya menelusur lebih jauh lagi dan sampailah  di halaman pemesanan tiket. Di sana jelas tercantum keterangan waktu keberangkatan beserta kelas dan harga yang tersedia. Jauh lebih murah dibanding tiket pesawat.

Jadwal online kapal DLU
Daftar harga kelas DLU Ferry di web DLU

Bisa di cek di youtube ini ya. untuk gambaran kelasnya.

Setelah melakukan registrasi. Saya pun mulai melakukan pemesanan dan pembayaran. Pembayarannya nanti secara otomatis akan dibuatkan rekening virtual.

Lagi-lagi saya harus menyakinkan diri agar tidak salah seperti cerita salah beli  tiket Kereta Api lalu. Saya baca ulang pak suami juga turut mengeceknya kembali.

Aplikasi DLU

Ternyata pemesanan tiket Kapal Dharma Ferry ini dapat juga dilakukan melalui aplikasi android. Bisa diunduh melalui google play DLU Ferry

Pemesanan Melalui Aplikasi online DLU Ferry.

Saya mulai mengunduh aplikasi pemesanan online tiket kapal laut ini. setelah terunduh sempurna saya mulai masuk sesuai username. Dan memang benar, pemesanan online yang saya lakukan melalui PC / laptop langsung terkoneksi dengan aplikasi yang terdapat di handphone saya.

Catatan : Aplikasi DLU Ferry ini menurut saya masih perlu perbaikan. Seperti no rek virtual yang tidak bisa dicopy, barcode yang ternyata tidak bisa discan di mesin ticketing dan beberapa jadwal kapal yang menurut saya lebih update di webnya langsung. Tapi bukan berarti tidak berfungsi ya

Mulailah saya melakukan pembayaran. Dalam hitungan detik saja, E-tiket terbit. Karena ini pertama kalinya  melakukan pemesanan tiket kapal laut secara online. Saya crosscek dong bener enggak nama kami sudah terdaftar.

Melakukan Crosscek Tiket Kapal Laut DLU

Supaya lebih yakin lagi. Telponlah saya ke kantor pusat DLU Ferry . Gak pake lama telpon saya ada yang menjawab dengan suara ramah. Namun seketika berubah nada sedikit lelah ketika saya menanyakan tentang tiket kapal laut DLU.

PT. Dharma Lautan Utama . Jl. Kanginan 3-5 Surabaya 60272
(031) 535 3505 .

Oh ya harap maklum mungkin si mbaknya sibuk saat itu, banyak pertanyaan yang sama setiap hari. HAHA…

Saya kemudian diarahkan ke no telpon kantor  DLU mereka yang terdapat di Tanjung Perak. Ini nih yang lama banget diangkatnya. Sangking lamanya, perlu hari selanjutnya saya menelepon kembali.

DLU Tanjung Perak. Jl. Perak Timur 512 B 7-8 Surabaya
(031) 3298777

Di hari berikut, akhirnya telpon saya ada yang menjawab. Dengan pertanyaan serupa saya akhirnya mendapatkan jawaban yang melegakan.

“Kalau ibu sudah pesan tiket secara online. Ibunya sudah masuk ke dalam daftar penumpang. Termasuk ruang kelas sesuai yang tertera di tiket. Nanti tinggal naik melalui Gapura Surya Nusantara”

Naik Kapal laut DLU Surabaya – Balikpapan

Alhamdulilah..akhirnya kami jadi naik kapal laut. Sungguh membuat saya agak deg degan.gimana gak deg-degan ini pertama kalinya kami naik kapal laut bersama si bocah.

Baca juga : Pengalaman naik pesawat dengan balita 2,5 th

Jadi Pengalaman baru buat Emil. Karena naik pesawat, kereta api, kapal ferry kecil dan bis sudah pernah.

Pernah saya naik kapal laut tapi itu sudah bertahun tahun lamanya sewaktu saya masih bersekolah dasar.

Pak suami bagaimana? dia biasa saja. Si bocah bagaimana ? sungguh antusias sekali ketika saya beritahu akan naik kapal laut kerumah Uti-nya di Balikpapan.

Baca juga : Naik bis antar kota dengan bayi 7 bulan

Apalagi ini adalah pengalaman baru untuk Emil. Karena naik pesawat, kereta api, kapal ferry dan bis sudah pernah. Pengalaman berbeda bahwa kerumah uti-nya di Balikpapan bisa juga menggunakan kapal laut.

Sampai sini dulu ceritanya hehehe.. Nanti akan saya lanjut di postingan berikut. Masih seputar pengalaman naik kapal laut kelas 1 dan tiket kapal laut DLU

(^__^)7

8 komentar untuk “ Tiket Pesawat Mahal. Kami Naik Kapal Laut Surabaya – Balikpapan ”

  1. Bondanfamily berkata:

    Di Bungur ada mom? Saya kira di hanya di perak saja

    1. megasavithri berkata:

      Di Bungur di daerah luarnya sebelum masuk terminal, tapi sepertinya hanya tiket kapal PELNI yang diual.

  2. Juliapasca berkata:

    Fotonya kamar mb, mau dunk dikepoin🤭.
    Info ini bermanfaat sekali mb bagi saya,
    Saya juga nunggu anak saya yg kecil agak gedean
    Bisa lah pulang kekampung halaman naik kapal💃

    1. megasavithri berkata:

      iya mba nanti ada di postingan saya selanjutnya hehe..terimakasih sudah mampir 🙂

  3. Reyne Raea berkata:

    Saya bahkan naik kapal pun nggak berani, ampuuunnnn ramenya.

    Enak ya di sana ada kapal lain selain Pelni, kalau ke Sulawesi cuman Pelni doang.

    Udah gitu kelasnya udah nggak ada, jadinya rebutan tempat.
    Ga berani lah kami bawa bayi rebutan tempat, kebayang kalau ga dapat tempat dan tidur di dek luar, hiks

    1. megasavithri berkata:

      ooow..gak ada kelas ya Mba Rey kalo ke Sulawesi.
      Akupun juga emoh sih kalo harus ngemper apalagi tidur di dek apalagi bawa anak kecil. kasihan.:(

  4. Fanny F Nila berkata:

    om ku sbnrnya nahkoda di pelni, dan udh seriiing bgt ngajakin naik kapal. tp apa daya ya mbaaa, masalahnya kalo naik kapal butuh wkt lbh lama :D. sementara cutiku kan terbatas juga. jd demi hemat wkt sih, makanya sampe skr blm mau naik ferry utk jarak jauh. kalo penyebrangan doang mah bbrp kali.

    kapan2 mungkin pgn rasain kapal. 😀

    1. megasavithri berkata:

      iya mba..naik kapal memang butuuh waktu luang yang santai..gak keburu.karena memang perjalanan lebih lama dibanding pesawat yang wuzz..wuzz hehe:)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares