Ketika Lagu “Terperangkap” Dalam Kepala – Earworm

catatan Kesehatan
Photo : malte-wingen -unsplash

Pernah gak sih kita tiba-tiba teringat irama  sebuah lagu yang  terus-menerus terngiang dalam ingatan kita sepanjang hari.

Tak jarang juga akhirnya mengingatkan kita akan kenangan masa ‘lampau’,  tahu lagunya, gak tahu judulnya tapi ingat momen yang pernah terjadi di dalamnya, bisa juga sebaliknya.

Atau

Gak suka lagunya, gak tau judulnya apalagi liriknya, tapi irama itu berdendang terus di telinga dan mulut pun ikut ikutan mengeluarkan nada.

via.Giphy

 

Jadi semalam saya cerita ke paksu kalau saya tiba-tiba teringat beberapa lagu yang mungkin pernah saya dengar di tempat yang random. Lagu itu seperti selalu muncul terus di pikiran dan terautoplay, sebagian lagu saya suka sebagian lagu saya tidak suka.

Baca juga : Amankah Mengajak Anak Bermain di Playground.

Ada apa dengan otak saya, memang itu apaan sih ?

Saya pun mencari tahu dari berbagai sumber di internet, dan menemukan istilah earworm berasal dari bahasa jerman “ der Ohrwurm” , ini bukan berarti ada cacing di kepala kita, namun itu adalah sebuah fenomena terperangkapnya potongan irama atau musik secara berulang, meskipun musik itu tidak lagi dimainkan.

Sebutan lain untuk earworm ini adalah, stuck song syndrome atau musical hallucinations,  menurut para ahli itu merupakan suatu kondisi dimana otak kita berusaha menjaga untuk terus sibuk

Salah satu penyebabnya adalah karena kita pernah terpapar lagu / musik tersebut secara berulang –ulang atau ada peristiwa yang membuat kita terkenang, biasanya lagu yang sederhana dan bernada riang mudah terjebak di dalam otak seseorang

“ kamu tahu lagu ini enggak ? “

Atau

“ kayak pernah tau lagu ini deh, tapi di mana ya “

“ kok aku tiba-tiba nyanyi lagu ini sih, sebel ! “

Baca juga : Mimpi aneh

Dadadaam..dadadam..yeah..dadadam dadadam..ugh !

Berikut beberapa musik / lagu yang sempat terjebak .di otak saya.

  1. Paloma Faith-Technicolour

Selepas sholat magrib, melipat mukena dan uyel uyelan dengan si bocah, tiba-tiba  saya teringat lagi sebuah irama, saya berusaha mengingat ingat ini lagu apa dan ada masa apa di dalamnya, saya pun menanyakan ke paksu, siapa tahu dia ingat, karena menurut saya lagu ini lucu, unik nadanya dan berirama riang.

Paksu pun buka youtube dan mengetikkan sebuah judul, ini lagunya :

It was all in monochrome, without the light
Just like a silver screen you walked into my life

Ah ternyata saya dengar lagu itu dari sebuah iklan handphone Samsung  kalo gak salah tahun 2010 an,  dibintangin Nicholas Saputra dan Dian Sastro,  dua sejoli di film AADC.

Dulu pertama kali denger lagu ini muncul di iklan tv, saya langsung cari tahu judul lagunya dan penyanyi aslinya lalu saya denger terus hampir sepanjang hari, easy listening.

  1. JTL – My lecon
    Awalnya saya denger lagu ini di perempatan lampu merah, ada sebuh toko Hp pinggir jalan yang menyetel lagu ini keras keras, mungkin karena sangking lamanya berhenti di lampu merah lagu ini masuk di otak saya dan iramanya berputar terus menerus, saya seperti kenal irama lagunya tapi saya sempat lupa judulnya, hanya bagian belakangnya yang saya ingat ‘Lecon’ dan akhirnya saya menemukan video klip ini.

Dulu saya pernah denger lagu ini sebelumnya tapi di mana ya ? ah ya..jaman kuliah dulu!

  1. OutKast – Hey YA
    Saya gak terlalu senang dengan lagu ini. mungkin itu sebabnya tiba –tiba muncul dan saya baru ingat lagu ini pernah diputar salah satu kawan laboratorium ketika kuliah, speaker komputer di putar full power dan kawan saya ini terus menerus memutar lagu itu.

Saya sebel karena berisik, mana temen saya ini manggut-manggut di belakang, sok asik.

  1. Boneka Abdi
    Abdi teh ayeuna.. gaduh hiji boneka.. Teu kinten saena..sareng lucuna..Ya ampun, ini yang bikin saya kesel banget, udah kesel horor lagi, sepanjang hari saya tanpa sadar menggumamkan ini dalam hati, gara gara nonton jurnalrisa

Menghentikan earworm

Karena mengganggu, saya coba berbagai cara yang menurut saya cukup ampuh menangkalnya, agar  tidak memberikan otak kesempatan untuk melakukan hal yang tidak perlu.

  1. Mengalihkan pikiran dengan melakukan aktifitas, seperti membaca buku dan menulis.
  2. Mendengarkan musik lain dengan genre yang berbeda.
  3. Bercerita apa saja.
  4. Bermain bersama anak.
  5. Istigfar, baca surah pendek, mengaji.atau berdoa.

Kalau saat ini sih, saya sudah enggak mengalaminya, bagaimana dengan kalian, apakah ada yang mempunyai pengalaman yang serupa? yuk berbagi

Terimakasih sudah membaca

Baca juga : Tips menabung menyenangkan IRT

Sumber : Wikipedia , IDN Times dan National Geographic

4 thoughts on “Ketika Lagu “Terperangkap” Dalam Kepala – Earworm”

  1. Berarti bener kali ya Mbak kalau ada yang bilang, ngedengerin sesuatu itu harus yang baik-baik. Misal murotal. Jadi kalaubpas earworm, yang kedenger itu.
    Cuma dirimu ni menurutku termasuk unik Mbak. Bisa gitu ya misal denger di mana terus jadi earworm di beberapa waktu sesudahnya. Kalau saya paling ngalaminnya lagu yang sengaja saya suka trus berkali-kali ngedengerinnya.

    1. iya mba biasanya kalo lagi bengong otak kosong dan untungnya gak sampai berhari hari, mungkin itu salah satu alasan ada bbrpa org yang memilih tidak mendengarkan musik dan betul baiknya ngedengerin sesuatu harus yang baik, murotal bisa jadi pilihan.trims udah mampir ya mb 🙂

  2. Dulu pernah mba. Karena lingkungan, teman-teman yang suka nyanyi, jadi secara nggak sadar terekam dalam otak. Kemudian ikut-ikutan. Apapun lagunya kalau sering terdengar secara berulang-ulang jadi keinget. Tapi sekarang kalau mau nyanyi gitu malu sama anak. Lha, liriknya nggak banget.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *