Madu Gizidat, Madu Penambah Nafsu Makan Yang Dapat Meredakan Flu Anak

catatan Kesehatan

Haii bunda.. kali ini saya mau berbagi cerita nih, pertama kali nyobain Madu Gizidat,oh ya awal mula saya tahu Gizidat ini dari postingan dari para momi selebgram cilik yang bertebaran di timeline Instagram dan kebetulan juga saya adalah salah satu member dari Komunitas Baby Insta Jatim, sehingga pernah dalam beberapa waktu timeline IG saya penuh dengan postingan para ibu dan anaknya dengan Madu Gizidat ini.

Karena penasaran maka saya mencari tahu mengenai Gizidat yang diklaim sebagai madu menambah nafsu makan dan mendukung kesehatan serta kecerdasan anak dalam tumbuh kembangnya.

Sampai akhirnya saya dikirimin Madu Gizidat dari Tuturmamashop.

Kita  review satu persatu ya, mulai dari kemasan nya dulu deh,soalnya yang pertama di lihat kan kemasannya.

Kemasan

Nah pertama kali paket Madu Gizidat ini tiba di rumah, kemasan  / packaging nya sangat rapi dan rapat banget, dibungkus kardus lalu dilapisi dengan lakban besar, air dan cahaya rasanya gak akan tembus deh sampai kedalam, apalagi buat diintip, gak bisa lah.

Setelah kardus paket dibuka, di dalamnya mulai terlihat kemasan Madu Gizidat, warna kemasannya lucu berwarna hijau dan kuning mencolok.

Timbul pertanyaan di kepala saya,kenapa ya kok memilih warna hijau dan kuning? Nah, karena penasaran saya pun sedikit membuka materi perkuiiahan yang pernah saya pelajari – ehem.

Sepengetahuan saya, warna hijau mempunyai unsur  kesegaran, pertumbuhan, alami dan kesuburan, sedangkan warna kuning merupakan kebahagian, keceriaan , semangat dan optimis.

Jadi kalau saya simpulkan, mengapa Gizidat mengambil warna hijau dan kuning pada kemasannya adalah, mungkin Gizidat ingin menyampaikan pesan, bahwa produk mereka mengandung unsur alami alam yaitu madu hutan, yang baik untuk perkembangan tubuh, dibuat khusus untuk anak-anak yang selalu aktif dan ceria dalam setiap aktifitasnya. Correct me if i‘m wrong

Pada kemasan Madu Gizidat ini terdapat gambar seperti ular / naga, yang akhirnya saya tahu itu adalah Ikan Sidat, bahasan mengenai Ikan Sidat ini akan saya bahas di paragrap berikutnya ya.

Botol Madu Gizidat ini bukan botol kaca, sehingga aman jika terjatuh dan tidak akan pecah, tutup ulirnya pun rapat dan bersegel, hanya saja menurut saya lubang botolnya terlalu besar sehingga harus berhati hati jika ingin menuangkan ke dalam sendok.

Itu saja sih untuk tampilan kemasannya, kita beralih ke komposisi Madu Gizidat ini ya. Cuss.

Kandungan Gizidat

Setelah saya coba cari tahu dari hasil Googling dan membaca brosur, menurut saya kandungan Gizidat ini ternyata oke banget lho, Selain madu dari nektar bunga hutan , kandungan propolis dan bee pollennya pun juga tinggi, selain itu Madu Gizidat ini juga mengandung ektrak Ikan Sidat yang banyak mengandung nutrisi yang sangat baik untuk tubuh dan otak yaitu Vitamin A, B1,  B2, DHA dan EPA dengan jumlah lebih banyak dibanding Salmon dan susu sapi.

Ikan Sidat ini juga digemari oleh masyarakat Jepang dan Eropa lho – Wow saya baru tahu ini, tapi saya tidak akan bahas kenapa Ikan Sidat ini lebih banyak di Eksport ke luar negeri.

Ini dia bentuk Ikan Sidat anguilla sp, seperti belut ya

Gak sampai disitu aja, madu Gizidat ini juga  mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan dan ekstrak temulawak yang sudah dikenal khasiatnya sebagai penambah nafsu makan.

Rasa Gizidat

Sebelum saya memberikan Madu Gizidat ke Emil ( usia 2,5 tahun ), pastinya saya coba terlebih dahulu.

Awalnya saya pikir Gizidat ini akan sedikit berbau amis karena pada tulisan komposisinya terdapat ekstrak Ikan Sidat, yang saya tahu ikan itu familiar dengan bau amis, eh ternyata setelah saya buka, aroma Madu Gizidat ini tidak ada sama sekali aroma amisnya, sama sekali gak ada amis, malah lebih terasa aroma alami manis madu – ya iyalah namanya juga madu.

Dari segi tekstur dan rasa, rasa manis Gizidat  lebih pekat, warna madu  lebih gelap dengan tekstur yang lebih kental dari madu botolan yang saya punya, selain itu lebih terasa lembut ketika meluncur di dalam tenggorokan, mungkin madunya berbeda jenis kali ya-hmm entahlah.

Namun secara keseluruhan, menurut saya rasa dan aroma madu Gizidat ini sangat enak. Jadi pengen nyemilin madu..hmmm nyamm..nyamm..nyamm – buk buk maaf, ini buat anaknya loh, uups maaf hehe.

Oh iya, menurut keterangan yang terdapat dalam kemasan, sebelum memberikan Madu Gizidat ke anak, madu sebaiknya dikocok terlebih dahulu, kalau menurut saya, anjuran ini agar kandungan di dalam Gizidat seperti ekstrak Ikan Sidat, curcuma / temulawak dan probiotik alami yang ada pada Gizidat dapat tercampur dengan baik .

Jadi jangan lupa dikocok dulu ya ibu-ibu biar khasiat Madu Gizidat optimal.

Oke saatnya mencobakan ke anak cilik.

Reaksi Anak

Saya memang  belum pernah memberikan vitamin atau suplemen anak untuk Emil dalam bentuk apapun,  pernah sih tapi akhirnya gak diminum karena anak saya menolak hal hal yang berbau obat, selain itu anak saya termasuk yang bukan penikmat madu, tapi dia sangat suka rasa manis.

Pertama kali saya sodorkan satu sendok kecil Madu Gizidat, Emil sempat menarik kepalanya dan melirik sekilas cairan madu yang saya tuang di dalam sendok, sebelum ia membuka mulutnya secara ragu ragu, mungkin dikira obat kali ya, Ha..ha..ha..maklum sebelumnya dia selalu minum obat buat penyembuhan radang dan demamnya.

Dan bagaimana ekspresi dari anak saya ketika cairan madu menyentuh ujung  bibirnya?  ia pun menarik sejenak kepalanya untuk menjauh dari sendok dan menjilat madu yang sempat menempel di bibirnya, apa yang terjadi? ternyata anak saya membuka mulut dan saat itu juga satu sendok teh Madu Gizidat memenuhi rongga mulutnya dan meluncur nyaman di tenggorokan.

“ yajiii..yajiii..” artinya lagi. Ternyata anak saya suka, yipeeee…!

Pemberian selanjutnya, saya coba dengan mencampur dengan air suhu biasa, walaupun Madu Gizidat ini tercampur dengan sangat baik dan tidak menggumpal,namun ternyata anak saya tidak menyukainya,

“ mmm..ndak mau “ memalingkan kepalanya

Anak saya pun menolak, Ia lebih memilih meminum Madu Gizidat langsung  atau dengan dioles di atas roti daripada dilarutkan dalam air.

Ya sudahlah, Glek..cairan air madu saya telan sendiri, sayang dibuang, lanjuuut sekarang kita beralih ke khasiatnya ya.

Khasiat Gizidat

Kalau dalam kemasan, aturan minum yang dianjurkan untuk usia 1-3 tahun adalah 2 – 3 kali sehari, diminum pagi sebelum makan dan malam sebelum tidur.

Namun untuk Emil saya coba memberinya 1-2 kali sehari, baik sebelum makan atau sekedar di oles di camilan sorenya – biar hemat 🙂

Dan hasilnya setelah beberapa jam minum saya lihat kondisi Emil baik dan tidak ada tanda tanda alergi dari Ikan Sidat atau Madu Hutan, keinginan makan Emil meningkat dibandingkan sebelumnya, yang biasanya keinginan makan hanya 1- 2 kali saja sehari.

“ lapar apa doyan nak, kuatnya kamu makan “

Saya cukup takjub akan hasilnya, ya gimana gak takjub, biasanya dia jarang banget minta makan, kadang harus di tawarin dulu, mau makan atau enggak atau saya biarkan ia merasakan lapar, lha ini barusan makan nasi sayur 2 mangkok gak lama minta biskuit gandum.

” mau maem..mauu maeeemm ”

Dapat Sebagai Pereda Flu

Nah ini yang saya sukai lagi dari Madu Gizidat adalah, ternyata Madu Gizidat dapat menjadi pereda flu pada anak juga lho, kebetulan memang akhir akhir ini di tempat saya cuaca sedang tidak menentu, panas sejenak hujan tiba tiba hampir setiap hari begitu sehingga mengakibatkan udaranya selalu lembab , sehingga anak saya yang sempat terkena radang dan barusan sembuh, gantian terserang gejala flu.

karena sebelumnya dia sudah banyak minum obat radang dan demam, baik syirup dan puyer, maka saya coba berikan obat alami saja yaitu menggunakan Madu Gizidat dengan dosis yang sedikit lebih banyak dari yang hanya 1 kali sehari menjadi 2 kali sehari secara rutin.

Hasilnya Alhamdulilah, 2 – 3 hari setelah rutin minum Madu Gizidat dengan dibarengi asupan makanan bergizi seperti sup ayam dan sayuran, flu Emil tidak semakin parah dan berangsur angsur membaik.

Fix ini sangat saya recommend banget untuk para ibu yang punya anak cilik susah makan, kalau pun tidak mengalami anak yang susah makan, ini oke juga buat persediaan sebagai salah satu nutrisi yang baik agar daya tahan tubuh kuat. Apalagi di cuaca yang lagi gak jelas seperti sekarang ini dimana penularan penyakit jadi lebih gampang karena daya tahan tubuh yang ikutan naik turun.

Untuk harga, jika dilihat dari segi manfaat yang diberikan, Madu Gizidat ini sangat terjangkau, dengan harga sekitar Rp 65.000 sampai Rp.75.000, sudah dapat satu botol ukuran 130 ml Madu Gizidat.

Madu ini bisa di dapatkan secara online di beberapa marketplace seperti Lazada, Bukalapak , Tokopedia atau bisa juga beli di Tuturmamashop.

Semoga bermanfaat ya, terimakasih sudah membaca. 🙂

2 thoughts on “Madu Gizidat, Madu Penambah Nafsu Makan Yang Dapat Meredakan Flu Anak”

  1. Oh gizidat itu madu ya. Kirain obat penambah makan hee. Tapi produk ini masih sedikit ya? Soalnya saya cari apotek deket rumah ga ada. Apa emang lagi kosong ya? Nggak tau juga sih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *