Berbagai Pertimbangan Membeli Perlengkapan Bayi ( Perlu dan Tidak Perlu Dibeli )

motherhood

“ Perlengkapan lahiran Emil belum lengkap loh pak, masih ada yang perlu dibeli”

Yah begitulah dilema saya 2 tahun lalu sebagai ibu yang sedang menghadapi kehamilan pertamanya dengan tingkat insting belanja semakin meningkat pesat, semua dilirik, apa lagi kalau liat barang di mall dan online shop yang ini itu serba lucu, duh gemes pengen beli buat si buah hati nanti. Gak sabar rasanya menunggu kelahiran anak pertama, pengen memakaikan si kecil pakaian yang lucu lucu dan menggemaskan, jalan jalan setiap pagi dengan stroller seperti mamah muda masa kini, melihat si bayi tidur dengan nyaman di box bayinya dengan mainan lucu muter muter di atas kepalanya..Ahhhh senangnya. Tapi perlu gak sih? Penting gak sih? bingung.

“ya..nanti dipertimbangkan lagi perlu beli gak barang itu apalagi harganya juga gak murah, tapi kalau sekiranya perlu ya nanti bisa dibeli”

Waktu kelahiran semakin dekat, bersyukur sekali kami dapat cukup banyak barang lungsuran dari kakak ipar dan beberapa kawan yaitu perlengkapan bayi yang lucu lucu dengan kondisi yang masih sangat baik dan bersih, sehingga tidak perlu mengeluarkan dana untuk pembelian barang printilan bayi seperti.

1.Pakaian Bayi ( sweater + Celana + baju+Topi + Baju Tidur )

2.Selimut + Bantal

3.Kain Bedong

4.Kaos dalam bayi + Grito bayi

  1. Popok kain

Ditambah beberapa bulan sebelum lahiran ibu saya datang dari Balikpapan,menyempatkan menengok anak nya yang ada di perantauan ini, sekaligus membawakan printilan perlengkapan bayi, yang sebagian besar bekas saya dan adik adik pakai dulu ketika masih bayi. Duh ibu saya gak tau ternyata ibu masih menyimpan baju bayi anak anak nya yang sekarang sudah dewasa ini. Dan saya sejenak bernostalgia dengan pakaian ketika saya masih bayi.

“baju bayi itu sebentar umurnya, jadi eman kalau semuanya serba beli apalagi popok kain pasti kamu lebih banyak perlunya..bayi baru lahir pakai popok kain aja dulu kalau di rumah, pospaknya dipakai kalau mau jalan jalan aja”

Oh iya untuk grito atau gurita bayi sebetulnya saya tidak memerlukan karena sesuai pesan bidan dan dokter ketika emil lahir, tidak dianjurkan menggunakan grita karena akan menyebabkan sesak napas dan aliran darah terganggu, namun lagi lagi saya pasrah memakaikan grito karena mengikuti orang tua saja.

“ Gak apa apa pakai grito, ini biar perut bayi bagus, yang penting ngikatnya juga jangan terlalu erat, biar bayi masih bisa bernapas, buat syarat saja, kamu juga dulu pakai grito”

Kalau sudah gini masa iya kita harus berdebat dengan orang tua, ya terima saja.

Gak takut kena kuman penyakit dari baju lungsuran?

Sebelum menerima lungsuran biasanya kami ditawarin terlebih dahulu, Karena mungkin bagi sebagian orang ada yang mau ada yang tidak mau menerima baju lungsuran walaupun dari saudara sendiri, itu sangat wajar karena pasti mereka punya alasan tersendiri untuk menolak.

Namun bagi saya dan suami menerima baju lungsuran itu tidak masalah, karena menurut yang kami lihat kondisi pakaian juga masih sangat layak, bersih ( karena dicuci terlebih dahulu) dan memang tidak ada histori seperti penyakit kulit di keluarga kami, jadi mengapa tidak kami terima saja, lumayan menghemat biaya, tapi walaupun begitu kami tetap membelikan beberapa baju bayi yang baru dan lucu buat Emil.

Kembali ke perlu tidaknya kami membeli kereta dorong bayi atau stroller. Sampai Emil lahir stroller dan box bayi yang sempat saya ingin beli akhirnya saya urungkan, selain dari harga barang barang tersebut tidak lah murah, ada beberapa pertimbangan yang membuat kami memutuskan tidak membeli barang seperti:

Stroller – Kereta dorong bayi

  1. Saya suka sekali bepergian, namun setelah Emil lahir kegiatan bepergian atau jalan jalan saya kurangi, kalau pun hanya untuk sekedar jalan jalan jarak pendek sambil menjemur bayi di sekitaran perumahan, cukup dengan jarik saja dan lebih nyaman pula apalagi untuk bayi baru lahir. Lain hal bagi para ibu yang sering bepergian dan selalu mengajak si kecil ikut serta, maka stroller sangat diperlukan untuk meringankan membawa bayi / balita.
  2. Emil adalah tipe bayi yang penasaran dan aktif, apalagi kalau diajak bepergian ke pusat perbelanjaan / mall, pasti bawaannya adalah ingin turun dan jalan sendiri, sehingga saya lebih memilih membawa baby carrier untuk mengendong nya ketika dia sudah lelah,capek sedikit menggendong bayi tak apalah, biar segera cepat pulang kerumah..hehehe.
  3. Kami tidak punya mobil sehingga akan sangat repot ketika kami hendak jalan jalan dengan membawa lipatan stroller di motor kami, aneh kan.
Baby carrier

Pernah keinginan saya untuk membeli stroller muncul kembali, apalagi si bayi sudah mulai bisa berdiri dan bisa diajak jalan jalan, namun kembali lagi saya urungkan padahal saya sudah cari tipe dan harga kereta dorong bayi yang sesuai kantong.

Memilih untuk tidak membeli stroller sepertimya tepat bagi saya karena ternyata Emil ketika sudah mulai bisa berdiri dan berjalan dia lebih memilih untuk jalan dibanding gendong. Mungkin ini sedikit efek karena saya sama sekali tidak mengenalkan stroller ke Emil mulai dari bayi, sehingga kalau diajak main keluar rumah pasti Emil akan memilih untuk jalan sendiri keliling perumahan dengan jarak kurang lebih 1 km tanpa gendong tentunya diselingin berhenti di spot spot yang dia senangi seperti taman bermain  dan kolam ikan, kecuali dia mengantuk atau sangat kelelahan barulah saya gendong. Paling tidak Emil mengenal rasa lelah bukan kenyamanan terus menerus.

Kalau pun memang membutuhkan stroller untuk travelling banyak tempat yang menyewakan berbagai macam tipe dan merek stroller, lebih praktis kan.

Box Tidur Bayi

  1. Karena kamar dan rumah kami tidak besar dan saya juga menyusui bayi langsung sambil tiduran, jadi box bayi saya skip, selain itu juga pasti repot sekali jika memakai box tidur, kalau bayi bangun tengah malam dan ingin menyusu maka saya harus berdiri mengambil bayi lalu disusui, sedangkan kalo tidur di samping ibunya dan tanpa box , bayi bangun minta disusui ibu tinggal miring gak perlu bangun. Kecuali jika ibu tidak menyusui langsung atau ibu pekerja boleh jadi pilihan untuk membeli box tidur bayi karena gak mungkin bayi kita tinggal tidur barengan sama ART.

Terus akhirnya beli apa donk.

Bantal menyusui

Saya memutuskan akan membeli Baby swing kan lumayan buat membantu menidurkan bayi, biar emaknya gak pegel goyang goyang dan anaknya bisa ditinggal sambil emaknya mengerjakan pekerjaan lain, eh tapi baby swing akhirnya gak jadi kami beli, karena ternyata orang tua mengirimkan ayunan bayi yang digantung.

Baju lungsuran , gendongan bayi ( baby carrier / Jarik ) dan tempat makan banyak yang ngado-in, ayunan bayi dikasih juga, tas diapers banyak yang ngado-in juga. Hmm..akhirnya saya tetap beli :

  1. Baju bayi, buat tambahan stok apalagi anak bayi lebih sering ngompol dan pup pasti banyak tuh ganti ganti bajunya. Selain itu sebaiknya beli uk size M atau L karena biar bisa dipakai lama dan cari lah bahan yang lembut dengan desain yang simple. Untuk kaos biasanya saya cari yang model kerah nya lebar ( model kerah carter) atau terdapat kancing di bahu agar mudah memakaikan nya.
  2. Kaos kaki bayi + sarung tangan bayi.
  3. Pompa dan botol / wadah penyimpanan ASI, walaupun gak kerja kantoran pompa asi tetap diperlukan bagi saya yang pernah merasakan radang payudara.
  4. Bantal menyusui, Bantal menyusui ini berfungsi membantu agar ibu dan bayi nyaman saat di susui dan bisa beralih fungsi sebagai sandaran untuk bayi yang sedang belajar duduk atau sedang disuapi jika sudah mulai tahap makan, bantal menyusui yang saya beli ini terdapat sabuk velcrow di bagian bawahnya sehingga tidak khawatir bayi akan melorot,sabuknya juga bisa diselipkan jika tidak sedang dipakai.
  5. Perlak bayi + Kasur Bayi, buat bayi diletakan di luar kamar agar terkena cahaya dan udara segar sehingga tidak terus menerus di dalam kamar,kebetulan ruang tamu kami belum ada sofa jadi bisa buat lesehan sambil menemani bayi tidur di kasurnya. Perlak ini lebib penting menurut saya dibanding Changing Table, karena kalau bayi sudah bisa berguling ditakutkan rawan terjatuh.
  6. Tudung bayi , agar bayi terhindar dari serangga terbang atau jatuhan sesuatu dari atas ketika sedang tidur, bentuk tudung bayi ini seperti tudung saji namun bisa dilipat seperti payung.
  7. Bantal + guling bayi
  8. Bak mandi bayi + washlap, saya belinya bak mandi biasa karena fungsi nya pasti akan lebih lama, kalau sudah tidak terpakai bisa buat tempat cuci pakaian.
  9. Jemuran model payung, ini perlu banget bagi yang tidak memakai pospak ,untuk menjemur pakaian bayi dan popok kain yang selalu terkena pup / kencing bayi.
  10. Untuk keperluan pribadi saya membeli Bra menyusui dan baju menyusui / baju yang menyediakan kancing depan

Oh iya untuk tambahan keperluan ibu menyusui yang bagi saya penting tapi saya tidak beli karena masih bisa terganti dengan alat lain adalah:

  1. Nursing Apron , kain penutup untuk menyusui ini saya tidak beli karena kalau pun saya harus menyusui di luar ketika sedang ada acara, jilbab bisa menggantikan fungsi Nursing Apron tentunya dengan memperhatikan celah bagi bayi untuk bernapas ketika menyusui. Tapi jika ibu nyaman menggunakan nursing apron untuk menutupi ketika menyusui bayi di luar, itu lebih baik.
  2. Breast Pad ( penahan asi merembes ) ,ini bisa jadi pilihan bagus buat ibu menyusui apalagi ketika bayi tidak sedang menyusu dan ibu ada acara di luar atau ketika menyusui bayi, asi di PD sebelah ikutan merembes dan membasahi baju bagian depan sehingga meninggalkan bekas, jadi tidak enak dilihat kan..hehehe. Pilihan breast pad juga banyak macamnya ada yang bisa dicuci dan ada yang hanya sekali pakai. Untuk saya yang tidak membeli breast pad, saya cukup menggunakan kain bersih yang tidak terpakai lalu saya lipat seukuran sapu tangan, untuk breast pad DIY yang saya pakai memang tidak bisa menahan lama sehingga lebih sering mengganti dengan yang kering untuk menghindari bau dan bakteri, saya pakai ini ketika Emil berumur usia 2 bulan dimana ASI saya sedang banyak banyaknya dan setelah sembuh dari radang payudara.

Yah begitulah segala printilan yang saya punya ketika pertama kali menyambut kelahiran Emil, sebagian banyak diberi sebagian kecil beli sendiri, jadi gak semua harus dibeli tinggal lihat keperluan nya, apalagi untuk bayi baru lahir, mungkin itu salah satu sebab yang menjadikan kenapa baju lungsuran yang saya terima kondisinya masih utuh dan bagus bagus semua, malah sebagian ada yang bermerek seperti Carter dan Mothercare, karena bayi cepat banget tumbuhnya beberapa bulan saja bayi sudah semakin montok.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *